Mata Kuliah : Biokimia
Kelompok II : 1. Arariaini
2. Asenisa Aftri
3. Chintya Wulanarie
4. Dila Marini
5. Erniawati
Fakultas Politeknik kesehatan kemenkes Palangka Raya Jurusn Gizi
VITAMIN
D
A.
Pengertian vitamin D
Vitamin D tergolong
vitamin yang mudah larut dalam lemak dan merupakan prohormon jenis sterol.
Vitamin D merupakan kelompok senyawa sterol yang terdapat di alam, terutama
pada hewan, tetapi juga ditemuikan di tumbuhan maupun ragi. Vitamin D terdiri
dari dua jenis, yaitu vitamin D2 (ergokalsiferol) dan vitamin D3
(kholekalsiferol). Ergokalsiferol biasanya terdapat dalam steroid tanaman, sedangkan
kholekalsiferol terdapat pada hewan. Kedua jenis vitamin D tersebut memiliki
struktur kimia berbeda, namun fungsinya identik.
Sebenarnya,
terdapat lebih kurang 10 derivat sterol yang memiliki aktivitas vitamin D,
namun ergosterol dan 7α-dehidrokolesterol, merupakan provitamin D utama
yang menghasilkan secara berturut-turut D2 dan D3. Pada tuimbuhan, iradiasi ergosterol
menyebabkan terbentuknya ergokalsiferol (vitamin D2). Pada hewan,
iradiasi 7α-dehidrokolesterol menghasilkan
kholekalsiferol (vitamin D3).
B.
Struktur Kimia Vitamin D
Vitamin D
termasuk dalam grup sterol. Nama vitamin D adalah nama umum dari semua steroid
yang secara kualitatif memperlihatkan aktivitas kholekalsiferol. Gambar 1.,
menampilkan struktur kimia vitamin D2 dan vitamin D3.

|
|
|
C. Sifat-sifat Vitamin D
Kholekalsiferol
tidak larut dalam air, larut dalam larutan organik dan minyak
tumbuh-tumbuhan. Cairan aseton akan menyebabkan Kholekalsiferol berbentuk
kristal halus putih. Kholekalsiferol dirusak oleh sinar ultraviolet yang
berlebihan dan oleh peroksida dengan adanya asam lemak tidak jenuh yang tengik. Bahan pangan
campuran yang cukup kandungan vitamin E dan antioksidan bisa melindungi
rusaknua vitamin D.
D. Manfaat Vitamin D
Vitamin D2
dan D3, memiliki nilai antirachitis yang sama untuk manusia,
anjing, babi, tikus dan ruminansia, namun pada unggas, D3 lebih
bermanfaat daripada D2.
Vitamin D
berfungsi dalam homeostasis kalsium-fosfor bersama-sama dengan parathormon dan
calcitonin. Kalsium darn fosfor sangat diperlukan pada proses-proses biologik.
Kalsium penting untuk kontraksi otot, transmisi impul syaraf, pembekuan darah
dan struktur membran. Vitamin D juga berperan sebagai kofaktor bagi
enzim-enzim, seperti lipase dan ATP-ase. Fosfor memegang peranan penting
sebagai komponen DNA dan RNA, fosforilasi protein-protein untuk pengaturan
jalur-jalur metabolik. Kalsium dan Fosfor serum pada kadar tertentu penting
untuk mineralisasi tulang secara normal .
E. Sumber Vitamin D
Vitamin D
terkandung dalam minyak hati dari berbagai ikan, susu, mentega, kuning telur,
dan tumbuh-tumbuhan yang telah disinari.
|
Nama Bahan Makanan
|
Berat (gram)
|
IU Vitamin D
|
|
Ikan Trout, dimasak
|
85
gram
|
645
|
|
Ikan Swordfish, dimasak
|
1
buah (106 gram)
|
706
|
|
Ikan Salmon pink 1 kaleng
|
85 gram
|
465
|
|
Ikan Salmon, dimasak
|
1/2
fillet (155 gram)
|
815
|
|
Ikan Tuna
|
85 gram
|
229
|
|
Ikan baronang dimasak
|
85 gram
|
196
|
|
Ikan parang-parang (Herring)
|
85 gram
|
96
|
|
Daging
|
85 gram
|
88
|
|
Telur, utuh, mentah, segar, 1
ekstra besar
|
58 gram
|
48
|
|
Sup krim yang dibuat dengan susu
2%
|
1
cangkir (248 gram)
|
62
|
F. Metabolisme Vitamin D
itamin D
dari makanan diserap pada bagian proksimal usus halus. Baik anak-anak maupun
orang dewasa dapat menyerap sampai 80% dari jumlah vitamin D yang dikonsumsi,
tergantung faktor-faktor yang membantu atau menghambat penyerapan. Setelah diserap, vitamin D digabungkan dengan
kilomikron dan diangkut dalam sistem limfatik. Dari sistem limfatik, vitamin D dilepaskan, dari
kilomikron dan masuk ke saluran darah. Di dalam plasma darah, vitamin D diikat
oleh suatu protein pentransport, yaitu vitamin D-binding protein (DBP) atau globulin. Melalui saluran darah
tersebut, vitamin D ditransportasikan ke hati dan oleh mikrosom/mitokondria
hati, vitamin D3
dihidroksilasi pada posisi ke-25, menjadi kalsidiol (calcidiol, atau
25-hidroksi-kolekalsiferol/ 25-hidroksi vitamin D3 ) dengan bantuan
enzim 25-D3-hidroksilase. Selanjutnya 25-hidroksi vitamin D3
memasuki sirkulasi menuju ginjal.
Bila kadar
kalsium darah rendah, kelenjar paratiroid mengeluarkan hormon parathormon yang
akan merubah kalsidiol menjadi kalsitriol. Proses ini terjadi di mitokondria
tubulus proksimalis ginjal, dimana 25-hidroksi vitamin D3 mengalami
hidroksilasi pada posisi ke-1 menjadi 1α- 25-dihidroksi vitamin D3,
dengan bantuan enzim 1α-hidroksilase. Senyawa 1α-25-dihidroksi vitamin D3 inilah yang
merupakan metabolit vitamin D3 yang paling kuat dan berperan dalam
meningkatkan absorbsi kalsium dalam usus dan reabsorbsi kalsium dalam ginjal. Bila kadar kalsium darah tinggi, kelenjar
gondok (tiroid) mengeluarkan hormon kalsitonin (calcitonin) yang akan mengubah
kalsidiol menjadi 24,25-dihidroksi
vitamin D3 dengan adanya peran enzim 24-hidroksilase yang
menghidrolisis 25-hidroksi vitamin D3 pada posisi 24. Metabolit
24,25-dihidroksi vitamin D3 ini adalah bentuk vitamin D inaktif, berkepentingan
dalam peningkatan absorbsi kalsium dari usus, tetapi menurunkan kalsium dan
fosfor serum untuk meningkatkan mineralisasi tulang.


G. Defisiensi Vitamin D
Gejala
defisiensi vitamin D antara lain :
(1)
rakhitis, yaitu suatu kelainan dari tulang akibat kekurangan kalsium
dan/fosfor. Terjadi terutama pada bayi atau hewan muda. Hanya mamalia dan
burung yang dapat terserang rakhitis.
(2) Osteomalasia, suatu keadaan yang ditandai oleh
dekalsifikasi sebagian tulang yang mengakibatkan tulang menjadi lunak dan rapuh. Hal ini terjadi pada orang
dewasa dan hewan yang tulangnya sudah tumbuh sempurna.
(3) Konsentrasi fosfor serum yang rendah, dan
(4)
Penebalan dan pembengkakan persendian.
Penyakit
lain yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin D adalah gigi akan lebih mudah
rusak, otot mengalami kejang-kejang, pertumbuhan tulang tidak normal yang
biasanya betis kaki akan membentuk huruf O atau X.
Defisiensi
vitamin D primer, bisa terjadi apabila dalam diet kurang kalsium, kurang sinar
matahari, yang terjadi pada ibu hamil pada iklim dingin. Defisiensi sekunder
bisa terjadi karena beberapa hal, antara lain gangguan absorbsi lemak,
kegagalan fungsi ginjal, hipoparatiroid, pemakaian obat antikonvulsi dalam
waktu lama.
DAFTAR PUSTAKA
id.wikipedia.org/wiki/Vitamin_D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar